Posts

Cerita Baru Hari Ini

MINUM SUSU FORMULA, BOLEH GAK SIH?

Image
  Setiap kali seseorang baru menjadi Mama, pasti selalu bertanya, " Boleh gak sih kasih susu formula ke anak? Kapan anak boleh minum susu formula? Gimana kalau ASI gak keluar?" Dan setiap ada yang bertanya sama Mama atau hanya sekedar melempar thread diskusi di grup WhatsApp, Mama selalu konsisten menjawab, "Boleh donk! Kenapa tidak?" Tapi..... ASI tetap nomor 1! Mama percaya nutrisi terbaik hanya berasal dari ASI dan dengan menyusui, Mama dan baby juga bisa membangun ikatan yang berbeda dengan orang lainnya. Tapi, gimana kalau ada hal-hal yang membuat seorang Mama gak bisa kasih ASI? Tentu susu formula adalah alternatif yang terbaik . Ingat ya, alternatif! Sebagai Mama eping (exclusive pumping) selama kurang lebih 10 bulan untuk 2 bocah dan Mama yang kasih ASI sekaligus susu formula, Mama Mochi tidak akan judge salah satu sisi. Keduanya sama baiknya. Karena yang lebih penting adalah kesehatan, kebahagiaan dan kewarasan Mama dan  baby. Mama pernah cerita alasan kena

3 HAL YANG HARUS DILAKUKAN DI USIA 30

Image
  "Real life starts at 30. The first 30 years are just warm-up." Beberapa orang bilang kalau hidup baru dimulai ketika kita berumur 30. Butuh setidaknya 3 dekade lamanya sampai kita mengerti tujuan hidup kita, siapa diri kita, dan kemana kita akan melangkah. 30 tahun mengenal kehidupan, hingga kita sampai di titik untuk memutuskan. Disinilah saat kita mengetahui siapa diri kita. Apa yang bisa kita banggakan dan siapa yang selalu ada bersama kita. Disini juga kita berhenti untuk menyenangkan orang lain - sebab kita tahu, kita tidak hidup untuk mereka. Our life matters .  Tak bisa dipungkiri juga, banyak hal sudah kita lewatin ketika menginjak kepala 3. Kenakalan masa remaja, kelabilan mental, kegalauan akan hal-hal yang.... mungkin kalau diingat hanya membawa canda tawa. Ketakutan-ketakutan masa lalu, pencapaian-pencapaian, dan segala penyesalan telah mengajarkan kita sesuatu yang menjadikan kita di masa sekarang. Beberapa hari sebelum berusia 30, Mama merasa menjalani hari-ha

TENTANG HIDUP

Image
 Apakah hidup ini harus selalu punya ambisi? Apakah tidak boleh kita hidup hanya karena rasa nyaman? Terlahir sebagai orang biasa, hidup biasa, sekolah biasa, karir biasa, materi yang biasa-biasa saja... Apakah menjadi biasa itu pantas? Mama pernah bermimpi besar, punya kehidupan yang lebih lebih baik dari hidup Mama yang biasa-biasa saja. Dorongan media sosial tentu memberi pengaruh besar pada ambisi dalam hidup Mama. Mengejar karir? Penghasilan besar? Hidup yang penuh kelimpahan? Pasti semua orang berpikir hal yang sama. Sebuah mimpi akan hidup yang penuh kebebasan. Suatu malam, Mama diam memandang wajah orang-orang yang mengubah hidup Mama. Hidup yang biasa-biasa saja, menjadi hidup yang penuh tantangan. Mereka ada suami dan anak-anak Mama. Ketika mereka sedang terlelap, Mama memandangi wajah mereka satu persatu. Apa ini hidup yang aku inginkan? Beberapa bulan terakhir adalah masa sulit bagi diri Mama. Ada kalanya, Mama merasa kosong. Bingung harus melakukan apa. Tekanan dari rumah?

MENCARI JAWABAN TUHAN

Image
Kadang, Mama suka berpikir : "Kenapa Tuhan tidak selalu mengabulkan apa yang kita doakan?" Katanya, Tuhan selalu punya 3 jawaban untuk semua permintaan kita : Ya, Tidak, Tunggu .  Ya , apabila yang kita minta itu sesuai dengan tujuan Tuhan untuk hidup kita, di waktu yang tepat. Tidak , apabila yang kita minta itu justru akan menyakiti atau bahkan menjauhkan kita dari Tuhan. Tunggu , apabila Tuhan sudah siapkan sesuatu yang besar di depan kita. Hanya saja waktunya belum tepat, kita belum siap.  Kenapa Tuhan masih suruh kita menunggu, padahal Dia tahu kalau hal itu akan menjadi milik kita? Tuhan itu orang yang paling mengenal kita, bahkan sejak kita masih di dalam kandungan. Dia yang merancang dan menenun tiap lembar hidup kita. Dia tahu jalan dan tujuan akhir kita. Hanya saja, kadang kita yang tidak mendengar dan mengikuti petunjuk jalannya. Kita berbelok, mundur, atau bahkan jatuh ke lubang - yang malah membuat kita semakin jauh dari tujuan kita. Tapi mungkin, itu juga cara T

SATU HARI UNTUK MAMA

Image
 Menyambung cerita Mama sebelumnya soal lari dari rumah , Mama juga mau cerita apa yang Mama lakukan selama berada di luar rumah. Me time, yes! Waktu yang jarang didapat Mama tentu harus dibuat sangat berkualitas. Harus produktif! Harus bikin Mama bahagia dan kembali dengan pikiran yang lebih positif. Satu hari Mama adalah penyegaran, kesempatan untuk intropeksi diri, santai, dan mendengar maunya hati.  Beberapa hari sebelumnya, Mama bilang sama Papa Mochi kalau pengen banget di hotel sendirian, nikmatin berendam di bathtub... sehari saja. Kebetulan juga ada kesempatan. Gak disangka, Papa Mochi langsung kasih izin. Mungkin juga karena Mama Mochi sempat 'meledak'  dan kepikiran seandainya bisa hidup sendiri... Jadi, Papa Mochi kasih waktu Mama untuk intropeksi. Kasih space untuk diri sendiri. 2-3 hari sebelum 'pergi dari rumah', Mama udah bikin banyak rencana. Tentu saja dihitung waktunya biar efektif dan efisien : check-in jam berapa, nanti disana makan apa, mau ngapa

LARI DARI RUMAH!

Image
Setiap Mama pasti pernah merasa di satu titik ingin lari dari rumah. Pergi hanya untuk satu hari saja. Satu hari tanpa mendengar suara rengekan atau tangisan.  Satu hari tanpa perlu memikirkan pekerjaan rumah. Satu hari untuk menikmati apa yang dia inginkan : makan, tidur, atau hanya ingin berendam lebih lama saat mandi. Terdengar egois memang. Tapi ini semua demi untuk mendidik dan merawat anak yang bahagia, Mama juga harus waras dan bahagia.  Pergilah, Ma! Pergilah dari rumah! Cari sarangmu sendiri dan nikmatilah! Kamu boleh pergi. Karena sebentar kamu akan kembali. Waktu yang sebentar, hanya untuk membuatmu kangen dengan rutinitasmu kembali. Memandikan bayi, menidurkannya dengan dongeng lembut. Menyuapi si kecil yang mungkin perlu waktu 1 jam setiap makan. Mengajak main tanpa perlu berteriak. Menggendong si kakak, tanpa harus menariknya dengan kasar. Kamu butuh satu hari, Ma! Satu hari untuk kembali menata hati... Satu hari untuk diri sendiri... Take your time ...

TERIMA KASIH 2020!

Image
(ini seharusnya di post di Malam Tahun Baru 2020. Tapi apa daya, Mama baru sempat sekarang) 2020 segera berakhir. Mungkin sekarang, kita sama-sama sedang menghela napas lega karena tahun yang penuh perjuangan ini akan berakhir. Sampai juga di tulisan terakhir Mama di tahun ini. Tahun pasang surut dan naik turun. Kata orang,  2020 is about surviving.  Gak perlu mikirin  improvement  atau belajar hal baru. Tapi Mama yakin. 2020 banyak memberikan kita pelajaran di balik segala lika-likunya. 2020 adalah tahun yang berat untuk keluarga Mama. Mungkin juga untuk kebanyakan dari kalian. Mental health benar-benar diuji ketika kita berjuang selamat di dalam rumah. Ada kalanya, Mama merasa di titik yang sama seperti ketika baby blues dulu. Ada saatnya ingin lari, pergi dan gak kembali. Lelah. Mungkin itu perasaan Mama di hampir sepanjang tahun 2020. Ini adalah hal-hal yang Mama rasakan di 2020 - sebagai seorang wanita, seorang istri, dan seorang ibu. 1. Adaptasi Mama butuh setidaknya 6 bulan untu