Friday, September 11, 2020

 




"Pinter banget pada mau pakai masker! Hebat lho, ga dicopot-copot! Anakku suka ngamuk kalau disuruh pakai masker...", ucap salah satu tetangga yang melihat Duo Mochi ini keluar rumah dan siap dengan masker masing-masing.

Buat ibu-ibu dengan anak batita, pasti sulit sekali meminta mereka memakai masker. Apalagi di tengah pandemi ini, pakai masker sangat penting untuk mengurangi resiko penularan. Kalau hanya di depan rumah, atau hanya jalan-jalan di dalam mobil, resiko mungkin kecil ya. Tapi kalau harus terpaksa ke rumah sakit, pasti akan sangat merepotkan bila anak menolak memakai masker.

Untungnya, Duo Mochi cukup kooperatif mengenai penggunaan masker. Tapi perlu diingat, disiplin ini tidaklah instan. Perlu waktu berminggu-minggu hingga mereka terbiasa. Bahkan untuk Dedek Mochi, baru kira-kira bulan lalu berhasil tidak buka masker sama sekali ketika berada di luar.

Mama Mochi coba share sedikit tentang rahasia sukses mengajarkan anak pakai masker ya. Please note, ini experience untuk anak usia 1-3 tahun, sama seperti usia Mochi. Menurut Mama, anak usia 4 tahun ke atas seharusnya lebih mudah untuk diajarkan.

1. Sounding : Kalau keluar rumah harus pakai masker!

Sounding artinya kita membicarakan hal yang sama berulang kepada anak sampai mereka paham betul artinya. Sounding ini berlaku untuk segala hal ya. Dan harus dilakukan berulang-ulang atau jauh-jauh hari sampai si anak terbiasa dan paham. 

Sejak awal pandemi, Mama Mochi selalu cerita situasi ini ke anak-anak. Bilang kalau sekarang ga bisa main kemana-mana, Mama kerja di rumah, ada corona, dsb. "Kalau keluar rumah harus pakai masker supaya ga kena corona." -sebelumnya juga harus jelasin apa itu corona dan dampaknya bagi kita.

Jelaskan pada anak dengan jelas dan mudah dimengerti. Tanya terus berulang-ulang sampai kita yakin kalau mereka sudah paham.

2. Beri Contoh

Tunjukkan pada anak kalau setiap keluar rumah pun kita juga memakai masker yang sama. Mama dan Papa Mochi, sebelum keluar rumah atau sebelum ke kantor, selalu pakai masker dan tunjukkan di depan anak-anak. Mereka melihat setiap hari, berulang-ulang sehingga mereka tahu itu adalah sebuah keharusan dan kebiasaan. Ini juga berlaku ketika kami mengajarkan mereka cuci tangan. Kini, Koko Mochi bahkan bisa bilang, "Koko abis main keluar, jangan pegang Koko dulu ya. Koko cuci tangan dulu!"

3. Cari Masker Yang Nyaman

Sama seperti waktu kita mencarikan anak diapers atau botol susu yang sesuai, masker juga harus dipilih yang nyaman! Masker akan dipakai berjam-jam keluar rumah, kita saja yang dewasa pakai masker bisa mengeluh. Apalagi hanya anak batita yang mikirnya hanya kenyamanan dan kebebasan. Coba beberapa jenis masker, dengan berbagai jenis kain (atau pola yang lucu) yang membuat anak tertarik dan nyaman untuk memakainya.

Waktu awal pandemi, Mama Mochi tidak beli masker khusus untuk anak (karena cenderung lebih mahal dari masker dewasa) dan itu salah! Memakai masker dewasa jelas tidak aman (karena longgar) dan tidak nyaman (karena pengaitnya harus diikat-ikat agar tidak copot). Jelas, anak-anak akan cepat membuka masker karena mengganggu bagi mereka. Suatu ketika, Mama dikasih masker khusus anak dengan mika. Menarik dan anak-anak suka. Mama Mochi recommended banget untuk beli masker mika ini karena nyaman dan aman. Harganya memang mahal dari masker dewasa... tapi ga perlu lagi tambah pemakaian face shield. Bisa cari di online store ya!

Jual Shield Mask Anak / Masker Mika anak catton combat 2ply/masker anak -  Hijau - Jakarta Barat - AR SHOP 07 | Tokopedia

Nah, tapi biasanya, ukuran pengait masker juga ga pas buat anak batita. Pasti masih longgar dan gampang copot. Untuk itu, solusinya Mama beli pengait masker anak. Tapi ini durable, bisa dicuci dan dipakai berulang-ulang. Pemakaian mudah hanya dicantolkan ke pengait masker.

Pengait masker anak/ hook masker/ mask buckle | Shopee Indonesia

Setelah masker kuat dan kencang, anak juga akan lebih nyaman menggunakannya :)

4. Bersabar dan Beri Pujian!

Tidak ada hasil yang instan dari sebuah pelajaran. Mama harus sabar berhari-hari bahkan berbulan-bulan sampai Mochi sukses tidak melepas masker. Kalau hari ini mereka hanya bertahan 5 menit, tetap puji mereka. "Hore! Hari ini berhasil pakai maskernya. Besok lagi ya."

Besok berhasil 10 menit, puji lagi. "Hore! Hari ini kamu lebih lama pakai maskernya! Besok coba lagi sampai pulang ya!" 

Terus dan berulang. Anak dengan sendirinya akan sukarela memakai masker tanpa disuruh.

Jika perlu, katakan padanya kalau kita tidak bisa keluar kalau tidak memakai masker karena ada peraturannya dan bisa ditangkap polisi.

Tapi bukan untuk menakuti ya! Jangan paksa anak pakai masker hanya dengan cara mengancam atau menakut-nakuti. Cara ini hanya akan membuat anak malas dan semakin menolak memakai masker.


Semoga berguna!

Thank you :) I want to hear more from you. Follow me @yurikasuhalim, and we can discuss about it.

Mama Mochi . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates