KENAPA ASI GA KELUAR?


 ASI Mama kenapa ga keluar?

ASI seret adalah persoalan berat pertama yang dialami setiap Mama yang baru melahirkan. ASI juga materi mom-shamming yang tidak pernah ada ujungnya. Mama pernah di-judge karena tidak mengeluarkan ASI di hari pertama bayi lahir. Salah satu orang terdekat Mama bahkan sampai ngomong, "ASI kamu mungkin emang ga ada kali! Udah kasih anaknya sufor aja!" Di saat Mama lagi bingung, ga tahu harus ngapain, ga ngerti gimana caranya nyusuin, orang itu malah ngomong gitu. Dan itu super nyakitin banget...

Tapi setelah 3 tahun dari proses itu, Mama jadi bisa ngerangkum (kira-kira) apa penyebab ASI Mama dulu ga keluar banyak. Dan butuh 5 hari sebelum tetesan pertama itu keluar.

1. "Ah, nyusuin itu kan proses natural! Pasti ASI keluar setelah melahirkan."

Oo! Ini pikiran yang salah banget. Sama seperti proses melahirkan dan persiapan punya bayi lainnya, soal menyusui juga harus dipelajari. Jangan pernah dianggap enteng dan dilewati begitu saja. Dulu pas hamil, Mama justru sibuk belajar hal lainnya. Mandiin bayi, sendawain bayi, pijat bayi, tapi hanya sekelebat aja nanya-nanya soal menyusui dan ASI. Makanya pas bayi lahir, kemudian diminta menyusui, Mama jadinya clueless. Karena waktu itu Mama dirawat di ruang kelas 2, bayi jarang sekali dibawa room in  dan Mama harus jalan ke ruang menyusui untuk menyusui tiap 2 jam sekali. Di ruang menyusui, tentu banyak ibu-ibu lain donk.. Apalagi lihat yang ASI-nya banyak dan deras. Pasti sedih dan jadi nyalahin diri sendiri karena ga becus. Diajarin suster buat nyusuin itu cuma sekali dan kalau mau nanya diulang-ulang juga jadi malu sendiri. Jadinya malah nyoba-nyoba cara sendiri, baru browsing, dan benar-benar clueless karena ga ada yang bisa diajak diskusi. Saking clueless-nya Mama waktu itu, Mama ga tahu kalau pas ASI keluar itu pasti sedikit dan warnanya kuning yang disebut kolostrum. Ini cairan ASI yang terbaik. Meski keluar hanya sedikit, sebaiknya dikasih ke baby dan tidak dibuang. Dulu, keluar sedikit aja dan langsung sedih...

2. Melewatkan waktu konsultasi ke klinik laktasi sebelum melahirkan

Banyak yang mikir kalau kita baru ke klinik laktasi nanti setelah melahirkan. Padahal konsul ke klinik laktasi sebaiknya dilakukan sebelum melahirkan supaya ketika si bayi sudah hadir, Mama ga kebingungan. Di klinik laktasi akan diajari posisi menyusui, gimana mulut bayi, gimana cara pijat payudara, bahkan sampai ke pompa ASI dengan tangan. 

3. Jangan hanya mengandalkan Youtube & Google

Bergabunglah dengan grup parenting atau bertanyalah dengan teman yang sudah melahirkan. Membaca sumber di google tidak membuatmu bisa 100% paham proses dan struggling-nya. Tapi bertanya dan mendengar saran dari Mama yang pernah menyusui itu jauh lebih jelas. Follow parenting account atau Mamagram yang memang banyak cerita soal tips and trik ASI. Baca, terapkan. Tapi ingat, harus selalu memperhatikan kondisi fisik dan mental masing-masing ya. Karena ga semua hal yang kita lihat gampang di Instagram itu semudah kelihatannya. Salah satu account yang nolong Mama sampai ASI bisa keluar itu adalah Mom Eliz (@elizabeth.zenifer). Disitu Mama belajar, mulai dari asupan makanan, pompa ASI, sampai cara menyimpan ASI. Cerita Mom Eliz juga jadi semangat Mama karena berada di situasi yang sama ketika ASI sempat tidak keluar. Tapi tentu saja, hasil ASI-nya berbeda :) Dan itu tidak apa-apa.

4. Makan tanpa nutrisi yang baik

Mama percaya kalau makanan juga mampu menunjang proses keluarnya ASI. Di hari-hari terakhir sebelum melahirkan, Mama tidak mengkonsumsi nutrisi yang baik untuk mendorong ASI (misal : daun katuk, air kelapa, etc). Again, karena Mama pikir ASI itu proses natural yang akan keluar dengan sendirinya. 

5. Tidak belajar pijat, tidak membersihkan payudara dengan benar

Tentu semua proses ini bisa diperbaiki, seandainya dulu Mama pergi ke klinik laktasi sebelum melahirkan :)

Semoga alasan-alasan ini bisa jadi bekal buat calon Mama supaya lebih prepare untuk menyusui kelak. Jangan takut, banyak belajar. Meng-ASI-hi itu tidak mudah. Tapi bisa dipelajari asalkan kita mempersiapkannya dengan baik. 

Ibarat perang, Mama harus belajar strategi melawan musuh. Strategi mempersiapkan senjata. Pengetahuan untuk menangani serangan. Menyusun pasukan yang dapat membantu di medan perang. Ingat, ASI adalah masalah pertama dan beban pikiran yang bisa mengganggu mental health banyak Mama hingga baby blues. Dengan bersiap-siap, kita bisa mengurangi resiko baby blues dan jadi Mama yang lebih happy :)

Komentar