LANGKAH AWAL 2021


Papa Mochi pernah bilang, Mama ini istri yang ‘anget-anget tai ayam’ - Banyak maunya, panas sebentar, tapi ga pernah usaha yang benar-benar keras untuk mencapainya.

Kalau dipikir-pikir, omongan Papa Mochi ada benarnya. Mama mungkin sudah kehilangan semangat untuk mengejar mimpi. Padahal dulu, Mama paling suka punya mimpi. Maklum, lulusan sekolah bisnis ternama, dimana waktu itu Mama diajarin untuk selalu bermimpi. If you can dream it, you can achieve it. Begitu katanya.

Mama juga dulu pernah punya 1 buku khusus untuk menuliskan mimpi. Dream planner kalau yang ngetrend sekarang. Banyak mimpi yang Mama tulis, dari yang biasa sampai yang mustahil. Tapi rasanya menyenangkan. Salah satunya adalah catatan mimpi yang ingin Mama raih ketika berumur 25 tahun...

Mimpi di usia 25 tahun mungkin adalah titik awal dimana Mama berhenti untuk bermimpi. Mama tidak lagi berani menuliskan mimpi sebab banyak yang Mama rencanakan di umur 25 tidak berhasil diwujudkan. Banyak rencana yang berubah drastis.

Usia 25 tahun menjadi tahun yang sibuk buat Mama mempersiapkan pernikahan. Mama berhenti kerja, memilih untuk freelance, kemudian menikah dan menjadi ibu rumah tangga. Setelah menikah, Mama langsung hamil, lalu bekerja kembali. Setiap hari hanya disibukkan dengan urusan suami, anak dan keluarga. Waktu untuk diri sendiri mungkin hampir tidak ada. Otomatis, Mama berhenti untuk bermimpi. Buat apa punya mimpi, toh waktu untuk menjalaninya sudah tak ada lagi...

Mimpi yang sejak awal sudah Mama rencanakan, tiba-tiba menjadi buram. Mama seperti kehilangan peta dan tidak tahu kemana harus melangkah. Kalau kata Han Ji Pyeong di Start-Up, berjalan tanpa peta hanya akan membunuhmu. Ya, membunuh niat dan hasrat Mama.

Mama pernah coba untuk kembali punya mimpi. Paling mudah ya punya resolusi di awal tahun. Tapi setiap resolusi itu tidak ada yang berhasil dijalani. Lagi. Bukannya Mama tidak tahu cara mencapainya. Mama tahu. Mama baca. Dan Mama cari di setiap platform cara untuk mewujudkannya. Yang Mama tidak punya itu hanya usaha dan niat untuk mewujudkannya. Makanya, jadi ‘anget-anget tai ayam’. Panas di depan, memble di belakang.

Malam ini, Mama tidak bisa tidur. Kepikiran omongan Papa Mochi. Hingga Mama sampai di satu titik di pikiran Mama, “Mau jadi apa 3 tahun lagi?” Dan Mama jujur, tidak tahu.

Mungkin kesalahan memang di diri Mama sendiri. Mama yang taruh goal terlalu tinggi, tapi ga diukur dengan kemampuan. Ketika gagal, Mama justru mengasihani diri sendiri dan akhirnya tidak percaya sesuatu yang besar bisa terjadi. Kemudian malah sibuk scrolling Instagram, mengecek kehidupan orang lain, yang mana Mama sendiri tahu, banyak foto Instagram itu hanya indah di permukaan. 

Mama juga ingin semuanya berhasil sekaligus. Padahal ada hal-hal yang butuh proses, butuh selangkah dua langkah sebelum bisa terwujud. Mungkin juga Mama ini seperti orang yang suka tidur. Mimpi saja, tapi hanya tidur, tidak bangun dan tidak bergerak.

Malam ini, Mama terbangun. Tidak bisa tidur. Mama ingin bisa berbuat sesuatu. Mama ingin suatu hari nanti, bisa menjadi contoh untuk anak-anak Mama. Ketika dewasa nanti, Mama ingin mereka berjuang menjadi ‘seseorang’. Berusaha agar waktu tidak terlewat percuma.

Mama tidak mau menyebutnya sebagai resolusi. Terkesan berat dan terlalu sulit. Mama hanya ingin menyebutnya sebagai titik awal di peta kecil Mama - sebuah langkah pertama untuk menjadi lebih baik. Mama belum tahu kemana akhirnya. Tapi setidaknya, Mama sudah membangun jalannya.

Comments

Popular Posts