TERIMA KASIH 2020!

(ini seharusnya di post di Malam Tahun Baru 2020. Tapi apa daya, Mama baru sempat sekarang)

2020 segera berakhir. Mungkin sekarang, kita sama-sama sedang menghela napas lega karena tahun yang penuh perjuangan ini akan berakhir. Sampai juga di tulisan terakhir Mama di tahun ini. Tahun pasang surut dan naik turun.

Kata orang, 2020 is about surviving. Gak perlu mikirin improvement atau belajar hal baru. Tapi Mama yakin. 2020 banyak memberikan kita pelajaran di balik segala lika-likunya.

2020 adalah tahun yang berat untuk keluarga Mama. Mungkin juga untuk kebanyakan dari kalian. Mental health benar-benar diuji ketika kita berjuang selamat di dalam rumah. Ada kalanya, Mama merasa di titik yang sama seperti ketika baby blues dulu. Ada saatnya ingin lari, pergi dan gak kembali. Lelah. Mungkin itu perasaan Mama di hampir sepanjang tahun 2020.

Ini adalah hal-hal yang Mama rasakan di 2020 - sebagai seorang wanita, seorang istri, dan seorang ibu.

1. Adaptasi

Mama butuh setidaknya 6 bulan untuk benar-benar bisa terbiasa bekerja di rumah. 2 bulan pertama rasanya menyenangkan. Masih terasa liburan. Masih teringat masa-masa malas ke kantor dan ambil ijin WFH hanya untuk melepas penat di meja kerja. Bulan selanjutnya, otak dan fisik mulai berontak. Semua terasa salah. Kerja sambil duduk salah. Kerja sambil tiduran salah. Kerja di meja ruang tamu salah. Kerja di ranjang salah. Ngeluh. Ngeluh aja setiap hari. Sampai di satu titik, Mama merengek sama Papa Mochi supaya dibikinin satu kamar khusus buat kerja. Oh, tentu mustahil! Rumah yang cuma sepetak ini mau disekat di mana lagi?

2. Waktu Bersama Anak

Sepanjang hari adalah waktu bersama anak. Bangun tidur lihat anak. Mau kerja lihat anak. Ditambah lagi harus cek semua kegiatan sekolah di rumah. Tentu saja, belum ditambah rengekan bocah, “Maunya sama Mama!” Mama kerja. Tapi dikira liburan. Butuh 4-5 bulan sampai akhirnya anak-anak paham kalau Mama di rumah dan pegang laptop, tandanya Mama harus kerja. Tapi tetap saja, working vibes terasa tidak sama. Biasanya ada orang dewasa lain yang diajak bergosip atau tukar pikiran, ini adanya bocah yang pencet-pencet di kala Mama lagi meeting. Kadang malah teriak. Abis itu nangis. Tapi dibalik itu semua, Mama juga senang bisa melihat wajah tidur siang mereka setiap hari dan cium-cium ketek bau asem di pagi hari tanpa perlu takut telat ke kantor.

3. Belajar Hal Baru

Banyak orang bilang, di 2020 gak usahlah belajar. Masih waras aja udah bagus. Tapi kok lihat timeline, kayaknya gak bisa diam aja. Semua orang berusaha. Semua orang belajar hal baru. Atau bahkan, mencoba profesi baru. Pandemi menghantam banyak dimensi kehidupan kita. Ada yang akhirnya sadar akan passion-nya. Ada yang terpaksa cari side hustle karena kebutuhan. Ada yang harus menyesuaikan untuk keluar dari tekanan keadaan. Apapun alasannya, setidaknya pasti ada satu skill baru yang kamu pelajari di 2020 ini.

Mama? Mama belajar banyak resep baru. Belajar naik motor. Belajar personal finance. Belajar stimulasi anak di rumah. Belajar membuat konten. Belajar untuk menerima keadaan...

4. Selalu Ada Jalan Untuk Bangkit

2020 adalah tahun yang cukup menyedihkan untuk keluarga kami. Perekonomian kami dihantam keras ketika Papa Mochi harus kehilangan setengah gajinya di pertengahan pandemi. Dapur rumah dicek ulang. Hanya yang penting anak dan perut senantiasa cukup. Finansial harus ditata ulang. Mama belajar, Papa juga belajar. Betapa pentingnya hidup dengan rasa syukur tiap hari, meski kadang kita harus jatuh dan menangis lagi. Hanya karena bingung bagaimana besok harus hidup.

Tapi Tuhan gak pernah menyerah akan keluarga kami. Selalu ada jalan untuk bangkit. Dan Dia selalu sediakan. Papa Mochi harus berganti pekerjaan, jauh, dan harus merelakan waktunya bersama keluarga. Mama Mochi harus putar akal supaya lebih hemat. Susu dan kebutuhan anak pun harus diminimalisir. Mama sesekali juga belajar tentang hidup minimalis. 

Sulit. Tapi kami bertahan. Sedikit demi sedikit kami bangkit. Belajar memahami apa yang penting bagi diri sendiri dan keluarga Mochi. Membuka lembaran baru dan kembali menata mimpi.

Jangan menyerah. Selalu ingat kenapa dan mengapa kamu harus bertahan :)

Terima kasih untuk tahun yang tidak akan terlupakan : 2020!



Komentar