ALASAN KENAPA HIDUPMU BERUBAH SETELAH MENJADI SEORANG IBU


Pada dasarnya, sebuah keputusan hidup akan membawa perubahan. Perubahan ke arah lebih baik atau ke arah yang lebih mundur. Sama seperti keputusan ketika kita menikah dan menjadi seorang ibu. Sebuah tanggung jawab besar hadir, yang mungkin mengubah hidupmu sepenuhnya.

Orang-orang lain mungkin melihatmu menjadi lebih baik - menjadi lebih dewasa, katanya. Atau terkadang kamu menjadi lebih bijak. Wow, kamu bisa menjadi panutan bagi orang lain yang akan menjadi seorang ibu. Ideal sekali bukan? Padahal mungkin, perubahan tidak memberikan dampak yang sebegitu indahnya. Setidaknya untuk saya.

Sebagai seorang wanita yang tumbuh di lingkungan kompetitif, saya selalu melihat diri saya sebagai seorang achiever. Word of affirmation is my love language. Saya selalu senang mendapat apresiasi, bangga ketika mendapat sorotan dan merasa berguna ketika saya mampu menginspirasi orang lain dengan apa yang saya lakukan.

Tapi semua seketika berhenti ketika saya punya anak. My life is completely change.

Saya merasa hidup saya miserable. Saya kehilangan 'mahkota' yang seharusnya menjadi sorotan kemanapun saya berada. Hidup saya seperti bukan milik saya lagi dan harus diserahkan kepada tanggung jawab. Ya, mengurus anak dan suami. Saya pikir, saya tidak bisa lagi mengejar mimpi yang saya mau. Saya tidak sanggup lagi untuk maju dan berbuat lebih.

That's when the devil works.

Ada saat dimana saya bangun di pagi hari dan merasa malas karena semalaman ditimpa dua bocah yang minta dipeluk dan tidak bisa tidur. I hate my morning and I said, "Oh, I don't have enough sleep." Dan kata-kata itu sepenuhnya menghancurkan hari saya. Mood berantakan, kerjaan terasa berat. Saya merasa pikiran dan beban tidak ada habisnya. Ada saja urusan anak yang harus diurus, ada kebutuhan suami yang harus ditangani, ada client yang juga harus dijawab request-nya. At the end of the day, I feel so tired and said, "Oh, I don't have enough time. I wish I could have more time..."

Pernah suatu kali, Papa Mochi minta tolong untuk menyortir ribuan foto anak-anak - sesederhana ingin punya foto anak-anak di rumah. Dan Mama Mochi selalu berkata, "Duh, hari ini gak sempet. Mama gak punya waktu." Dan kata itu, justru membawa masalah baru di rumah kami. Padahal, pekerjaan ini bisa dikerjakan semudah memilih foto dan mencetaknya.

Ada saat dimana saya membuka Instagram, melihat betapa indahnya hidup orang lain. Kemudian membuka lemari dan merasa tidak ada pakaian yang pantas saya kenakan. I am not beautiful enough. Ketika saya membuka Linkedin, saya melihat sahabat lama yang mendapatkan promosi di perusahaan ternama. I thought I am not smart enough. Bahkan ketika menerima undangan pernikahan dari seorang kolega, saya pun berpikir demikian, "I am not lucky enough." Dan kata-kata ini, tentu membuat saya menjadi lebih miserable dan lebih menghakimi diri sendiri. Seakan-akan percuma menjalani hari.

Kedua pikiran ini membawa saya kembali ke masa-masa kuliah dan freshgrad. Masa-masa kejayaan menurut saya, dimana saya bisa menjadi salah satu sorotan dengan potensi karir cemerlang. Bahkan saya pernah berpikir, seandainya saya memilih untuk tidak menikah, pasti pilihan saya akan jadi lebih baik.

That's what the devil always wants.

Keputusan menjadi seorang ibu adalah keputusan besar yang mengubah dunia. Ada seorang manusia yang akan lahir dan mungkin suatu hari membawa perubahan besar. Ibu adalah orang yang paling banyak diuji sebab dia melahirkan kebaikan. 

You are great enough. Don't let the devil wins!

Seorang ibu adalah surga bagi anaknya. Seorang ibu adalah guru bagi kehidupan yang baru. Seorang ibu, juga seorang istri, yang menjadi rumah kembali untuk suaminya. 

Seorang ibu adalah panutan.... Dia adalah sorotan terbaik bagi keluarganya.

Being a mother is a lifeMake it one you enjoy!

Saatnya ubah pikiran dari :"I'm not good enough and I don't have enough" menjadi "I have enough and I am enough!"

Hanya kita yang bisa mengontrol hidup kita sendiri, jadi buatlah itu berharga. Jangan biarkan mimpi kita kalah pada alasan. Saya ingin buktikan pada dunia, kalau seorang ibu pun bisa membawa perubahan. Seorang ibu, juga pantas dicintai...

Sejak hari ini, saya berkata pada diri saya, "No more excuse. Wake up. Today is the day. Make a great one! You are loved :)"

Komentar