BELAJAR DARI YOUTUBE : PANDJI PRAGIWAKSONO BENCI DANIEL MANANTA KARENA INI!

 

courtesy : Panji Pragiwaksono Youtube Channel 

"I hate Daniel Mananta... because he represents my failed dream!" kata Pandji Pragiwaksono di awal video Youtube-nya yang berjudul : "Damn I hated Daniel Mananta"

Ucapan Pandji lantas membuat Daniel Mananta tertegun heran. "MTV?"

Beberapa menit kemudian, Pandji kemudian menceritakan kisahnya saat menjadi penyiar HardRock FM. Di tahun 2003, ada pemilihan MTV VJ Hunt di radio Bandung. Saat itu, Pandji sedang dalam fase mempertanyakan tujuan hidupnya. Dia merasa pintar bicara, pandai berbahasa inggris dan bisa melucu. Sebagai salah satu penggemar berat MTV, pikiran menjadi VJ MTV terlintas di pikirannya. Ini adalah alasan kenapa dia dilahirkan. Menimbang kemampuan yang dimiliki, Pandji yakin 100% dia akan dipilih menjadi the next VJ MTV.

Ketika hasil audisi keluar, Pandji ternyata ditolak. Harapannya dan ekspektasinya yang tinggi seketika runtuh, berubah menjadi penyesalan. Dan ketika Daniel menang sebagai VJ Hunt, Pandji menjadi orang yang paling 'benci' dengan VJ tersebut. "Daniel Mananta ngambil cita-cita gue!" sahut Panji kemudian. Menurutnya, perlu waktu lama sampai dia bisa memaafkan dan menerima keadaan tersebut.

Hingga suatu ketika, seorang petinggi di radio mengatakan padanya, "Pandji, mungkin lo ditakdirkan untuk jadi sesuatu yang lebih besar daripada yang lo pengen."

Dan ini kisah Daniel Mananta, di waktu yang sama...

"Ketika gue menang VJ MTV dan gue bersorak di bar, gue merasa this is the reason kenapa gue dilahirkan di dunia ini."

Ada dua sisi yang terjadi di waktu bersamaan, dengan dua sisi yang bertolak belakang. Kebahagiaan vs kekecewaan. Dua ekspektasi yang berujung pada tujuan yang berbeda.

Mendengar cerita Pandji dan Daniel tersebut, ada beberapa hal yang menarik untuk Mama.

1. Kebahagiaan kita mungkin menjadi kekecewaan orang lain saat ini.

Di saat Daniel bersorak gembira di bar atas kemenangannya sebagai VJ MTV, disaat itulah Pandji merasa dunianya hancur karena mimpi satu-satunya hilang diambil orang lain. Mama juga pernah merasa kecewa seperti Pandji. 

Tahun 2013, ketika baru saja lulus skripsi, Mama Mochi pernah ikut salah satu pemilihan management trainee di salah satu perusahaan FMCG terbesar di Indonesia. Perusahaan ini punya banyak brand dan salah satu brand tersebut menjadi alasan Mama tertarik pada ilmu marketing, khususnya advertising. Ketika di bangku kuliah, Mama sudah bermimpi untuk bekerja di perusahaan tersebut. Bahkan, berhasil lolos seleksi kampus yang diikuti mungkin oleh ratusan mahasiswa terbaik di seluruh Indonesia. Mama Mochi waktu itu sempat tidak nyangka karena berhasil lolos sampai ke tahap akhir. Satu langkah terakhir sebelum akhirnya bisa direkrut resmi sebagai karyawan. Beberapa hari kemudian, HRD perusahaan tersebut menelpon dan menyatakan bahwa Mama belum lolos. Hancur hati Mama saat itu. Mama juga tahu, siapa mahasiswa lain yang berhasil lolos. Sama seperti Panji, Mama sempat kesal dan mempertanyakan hasilnya. Meskipun hati kecil Mama tahu, orang itu jauh lebih pantas sebab dia punya segudang prestasi yang sesuai dengan culture perusahaan.

2. Manusia hanya bisa berencana dan berusaha, tapi Tuhan yang menentukan.

Setelah Mama menerima telepon penuh kekecewaan tersebut, tidak lama kemudian seorang HRD menelpon Mama. Sebuah perusahaan media agency global sedang mencari management trainee dan Mama salah satu yang menjadi referensi kampus Mama saat itu. Beberapa tahun kemudian, Mama baru sadar kalau jalan Tuhan mungkin memang seperti itu. Meski langkah awalnya tidak seperti rencana Mama, tapi kini Mama tetap bisa bekerja di bidang yang paling disukai: advertising. Bahkan, Mama diberi banyak kesempatan untuk handle FMCG clients lainnya. Pencapaian, prestasi yang Mama punya sekarang tidak akan terjadi jikalau waktu itu Mama diterima di perusahaan tersebut.

3. Kegagalanmu hari ini mungkin menuntun langkahmu selanjutnya.

Jika waktu itu Pandji Pragiwaksono menjadi VJ MTV, maka mungkin kini tidak ada seorang pencetus stand-up comedian and smart presenter seperti Pandji. Dan mungkin juga, tidak ada legend Indonesian Idol seperti Daniel Mananta.

Apapun kegagalan yang kamu hadapi hari ini, ingatlah kalau Tuhan mungkin sedang menuntunmu ke hal yang lebih besar. Tuhan sedang mengajarkanmu untuk bersabar dan menunggu. Dan ketika kamu berhasil melewatinya, kamu akan melihat kalau rencana Tuhan indah adanya.

"Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab Tuhan menopang tangannya." -Mazmur 37:23-24

Komentar